Lost then found

image

Have you seen that kind of cellphone in the past?

Hp jadul itu menemani hariku yang saat itu berada jauh darinya.  Yang satu di pulau kalimantan dan yang satu di pulau jawa.  Yang satu bekerja dan yang satu kuliah. 

Pada satu malam, saya sibuk mengerjakan skripsi, baru usulan penelitian siy. Hhh, pusing rasanya, jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Tiba-tiba hpku berbunyi, no asing menghubungi. Agak malas karena saya tidak pernah mau mengangkat telpon jika nomornya tdk saya kenali.
Akhirnya saya jawab juga panggilan telpon tadi. Sembari ragu, saya menjawab “Halo?”. Di sebrang sana, seseorang menjawab “hey, ini aku”. Haaa!! Suara itu! Suara yg saya rindukan
Saya: “Hey, Kaaang!! Kok nomornya beda? Lagi di mana?”.
Dia: “Iya, aku lagi pake nomor ini, tapi nomor yg tetapnya ya yang kamu simpan.  Aku lagi di kapal laut, sebentar lagi merapat ke daratan.  Kamu lagi ngapain, kok jam segini belum tidur?”
Saya: “Aku lagi bikin usulan penelitian. Ribet sama metodologi, gak sukaa.”
Dia: “oh, ha, metodologi memang bikin pusing ya. Aku juga awalnya gak gitu ngerti. Eh, aku bentar lagi nyampe niyh.” *suara temannya terdengar riuh menyoraki
Saya: “Wuahhh, nanti kita ketemu yaa.. Eh itu rame banget temennya, Kang.”
Dia: “Iya, nanti aku ke kampus ya. Ah biasa mereka mah kalo lagi ada yang telponan. Cepetan selesain biar bisa cepet tidur ya.”
Saya: ” Ohh.. Iyyyaa.. Aku juga udah cape niyh..”
Dia: ” oke.. Nanti kita ngobrol lagi ya.. Dah.. Assalammualaikum..”
Saya: ” Iya.. Dah.. Waalaikumsalaam..”

Selama percakapan, kaki saya lemas seperti jeli.  Pernah merasa seperti itu? Badan melayang, kaki lemas.. Senyum tak berhenti tersungging di wajah. 

Semua percakapan via SMS, saya simpan di Hp. Saya bahkan membuat folder khusus utk menyimpan pesan yang dia kirimkan kepada saya. Kalimat penyemangat, cerita tentang kesehariannya ketika kami berbagi cerita, kalimat romantis..

Hp itu adalah saksi kisah kami.  Anehnya, folder itu lenyap tepat ketika dia tiada.

Sekarang yg tersisa hanya casingnya. Ah.. Memori..

Posted from WordPress for Android

Advertisements

A great advice (that I already know ;)

This morning, I came late to the office, very late. Then I met my friend, whose age is much older than me, a married woman. She suddenly look at me and then said ‘you should really know your spouse’s character and personality before decided to marry him’.

Though I already know it long long time ago, I dont wanna let her down because it seems like she
needed someone to talk. So I said ‘mm, how long you’ve been together before decided to get marry?’ She answered ‘about 5 months, at that time I was 30 yo and in a rush to get married (well, here in Indonesia,  women over 30 are considered as a spinster) so I said to him “if you seriously wanted to marry me, take your parents to meet mine and propose me” and that’s all, we’ve got married after that. I regrets for not appropriately knows him and now I’m trapped in this marriage.’ (FYI, a divorce is a taboo here, though the woman is financially independent).

That’s her story, ah, she have two sons.

Here’s what I have in mind. There’s no way I would and could marrying someone that I’ve just met in a few months, it’s just too risky. Getting to know each other’s character, personality, life, family, job, mind and views are important. I mean, I want an everlasting marriage, once in a life time. It has nothing to do with a fairytale kind of marriage where they’re live happily ever after without any storms or rocky roads along the way. No, not at all. I’m a realistic woman, I know there’s gonna be a lot of problems (and joys, of course) along the way, doesn’t it gonna be better if we really know our spouse? So there’s no unpredictable behaviour when it comes to solve the problems. It’s easier to compromise.

More info regarding marry:
Another  way to find a husband/wife without dating and a long relationship, called ‘ta’aruf’. In Islam, you’re  not allowed to date someone, ta’aruf is the only way to get married. This is more religious and going through a process and a specific pray. And ‘ikhlas’ play a big role in this process. You can browse about ta’aruf to know it better 🙂

Posted from WordPress for Android

You should do something

Membebaskan wall socmed dari pernyataan keberpihakan dan meminta pengunjung utk menghormati keputusan saya, bukanlah hal yg mudah. Tetap saja dapat melihat curhatan terkait politik di lini masa ketika membuka socmed.

Hal tsb menggelitik utk disikapi, meski saya urung memberi komen pada tiap curhatan berupa status socmed teman. Begini, menurut pemikiran saya (org yg tdk mengerti apalagi paham ttg politik, buta sptnya), apakah tidak sebaiknya orang yg tdk puas dgn kepemimpinan saat ini membawa atau mengajukan nama calon yg lebih dianggap baik, pas, dan mampu menyelesaikan semua persoalan secara cepat serta tempat.Perkara pelengseran kan bisa saja terjadi kl rakyat banyak yg merasa dirugikan, toh sptnya banyak yg dibilang mendukung ketidaksukaan itu. Buatlah petisi, kan ada laman yg memfasilitasi ketidaksetujuan thdp kebijakan atau sesseorang. Bergeraklah kalo memang tdk setuju, tdk berhenti hanya di curhatan via socmed atau memberi komentar yg melulu menyindir.

Jatuhkan yg lama. Tunjuk satu orang yg (dianggap) lebih baik, pasti ada kan toh sudah segitu tdk setujunya dgn berbagai kebijakan. Saya siy berpikir kelompok itu sdh punya satu nama yg dianggap pantas untuk memimpin dan pasti lebiiiihhhh baiiiikkk.. Mestinya siyh begitu..

Lakukan sesuatu, masa Gak percaya diri dengan kekuatannya sendiri dan calonnya yg dianggap lbh pas dan oke. Abisnya kl cuma diomongin tanpa melakukan sesuatu, apa yg akan berubah? Ga usah melulu melalui media besar, jarkom aja deh..

Heuhh … Begitu siy menurut pemikiran saya yg sederhana dan buta.

Posted from WordPress for Android

A whole different world

Have you ever walk into a place  where everything seems totally different with your life?  I did,  well I am now experiencing that..
image

Heart,  lung,  intestine, genitalia, those organs, the function and pathological condition.  And, here I am in a magazine office.  Phew, beauty, fashion, arts.

Met a new friend here, Dolly (hey, she have a similar name with my buff). She’s working in the magazine office like forever, they called her to have today’s interview btw. ‘it’s quite similar, actually’ she said.  The editor world, that is.

Here I am still thinking ‘how is that similar?  Beauty and diseases?  A surgery for life and a surgery for younger, better looks?

I’ll found out later..  Still waiting for the interview.. Wish me luck, everyone..

Break a leg..  Break a hope? I hope not..

Posted from WordPress for Android

Less fat, great health

Hmmm, instead of talking about being fat or skinny, let’s talk about body mass index (BMI). The normal range of BMI is 18.5 to 25.

What?  What are you saying? Oh, I’m sorry, you’re not familiar with BMI?  Okay, BMI is a method used to estimate your total body fat. How to calculate it?  Easy, divide your weight in kilograms by the square of your height in metres (kg/m2).

Above 25, you’re an obese.

Dear, I’m not talking about how ugly you would look like if you’re fat. I have more concern about your health, our health (since I am fat too, slightly above 25). Imagine those fist-size heart of ours,  how hard it should work, twice triple from the average rate. Do you feels that gallons of sweat when we only walk for about 100 metres. Not to mention, the stairs. We frequently gasping. Our lungs is hardly catching oxygen to meet our body needs.

You know when the heart tissues are lack of oxygen supply and they’re continually working hard, the can stop working. And that means death.

Being too thin, BMI less than 18.5 is not good either. You got cold easily, because you have less fat supply. Callories deficiency, iron deficiency, blood glucose deficiency?  That’s a problem.

So,  let’s just be healthy. Check regularly our BMI and blood pressure.

You’re already beautiful, stop comforting yourself by the words ‘I’m fat and I’m beautiful’. Beauty is not the case, being healthy is.

*I, myself, is trying to lose a few kilograms to be in the normal range of BMI. Fighting!! 

Posted from WordPress for Android

Emotions

Mudah marah karena terpicu hal sepele, seperti menemukan satu atau dua semut di meja kerja?

I think you need to take an anger management class.  Emosi yang meluap akibat hal yg Kecil, bisa jadi merupakan puncak dr akumulasi stres atau kekesalan, tapi bisa juga terjadi karena Anda kurang bisa mengontrol emosi Anda.

Bagi saya, pengendalian emosi yang baik menjadi indikator kedewasaan seseorang. Mengapa demikian?  Ketika marah, seseorang akan mengeluarkan pernyataan atau tindakan secara tak sadar dan melalui proses pikir yg singkat. Tindakan dan pernyataan tersebut dapat memperkeruh suasana dan, mungkin, melukai org lain. Akan lebih baik jika sejenak menenangkan diri, menjauh dr pemicu emosi kemudian berpikir ulang tentang peristiwa tersebut. Lakukan analisis diri dan situasi, kemudian tetapkan tindakan atau pernyataan yg harus dilakukan. Tidak jarang, penyebab kemarahan bermula dari diri sendiri.

Hal ini juga berguna dlm banyak situasi, seperti dunia kerja dan pengasuhan anak. Bayangkan Anda berada di satu pertemuan penting, klien Anda adalah orang yang pandai mengeluh dan menyombongkan diri. Apa yang akan Anda lakukan?  Tdk mungkin kan jika Anda memarahi klien tsb. Apalagi ketika mengasuh anak, bayangkan apa yg terjadi dgn kondisi psikologis anak jika dia sering menerima luapan kemarahan Anda?

Bagi kaum Muslim, puasa adalah cara yg baik utk melatih pengendalian diri.

-night night-

Posted from WordPress for Android

Busy Day

Tumpukan kertas naskah yg harus dikoreksi..
Softcopy dua naskah di komputer yang harus diperiksa dan dibandingkan..
Tumpukan kertas yang harus diterjemahkan..
Tiba2 handphone bergetar, getar panjang, menandakan ada orang yg menelepon saya. Ternyata tawaran utk menerjemahkan instrumen penelitian..

Syukurlah masih banyak yang dapat dan harus dikerjakan..
Yang kuat ya, badan dan otak..

Posted from WordPress for Android

Why I love him..

Baru saja selesai mendengarkan siaran radio yang membahas tentang dua orang bapak rumah tangga, yups, you read it right, the stay at home dad. Quite interesting.

Tapiiii, my main reason mendengarkan siaran radio itu adalah karena mmm penyiarnya adalah Dave Hendrik, seorang MC yg sudah malang melintang di jagad perMCan *halah 😋 Satu pribadi yang menurut saya menarik, baik kisah hidupnya maupun pribadinya.

Mari saya ceritakan sedikit tentang mengapa saya menyukai orang yg satu ini. Saya saat ini adalah pengejawantahan niat yg kuat utk berubah dan menjadi org yg lebih ekspresif. Ketika saya menjalani kehidupan sekolah sejak TK hingga SMA, saya adalah pribadi yang cuek, tidak ekspresif, tidak ramah, tidak pandai berinteraksi dan memulai percakapan dgn orang lain, serta tidak peduli dgn lingkungan. Suatu hari setelah saya lulus SMA, saya pergi ke Bandung untuk menunggu hasil ujian masuk universitas sembari menemani Oma. Ada satu acara infotainment yg sedang saya tonton, pembawa acaranya sangat ekspresif. Kemudian saya berpikir mungkin jika saya menjadi org yg ekspresif spt itu, orang lain akan lebih mudah mendekati saya dan muka saya juga akan berubah menjadi lebih bersahabat. At that time, saya memutuskan utk mjd org yg lebih ekspresif dan saya belajar ekspresi wajah dari pembawa acara itu. Sejak saat itu, saya rajin mengikuti acara infotainment tsb (bukan karena ingin tahu ttg gosip terkini, tapi demi melihat wajah dan ekspresi itu).

That’s a simple, yet a tremendously important alteration for the new me. Walhasil, ketika akhirnya kuliah di Unpad, saya menjadi pribadi yg baru. Bhetsy yang ekspresif, ceria, mudah bergaul dgn orang lain, dan peduli dgn orang. I guess one step leads to another, dlm kasus saya membawa kebaikan lainnya yg diawali dengan menjadi lebih ekspresif.

Sampai saat ini, saya masih menyukai Dave Hendrik yang makin mempesona dan makin baik tiap harinya. Look good, feel good, do good.. Kece kan..

Setiap hari, setiap perkembangan pribadinya, setiap aktivitasnya yg kebetulan saya baca, semakin patut dia menjadi role model.. Dari kehidupannya bersama sang adik hingga sekarang bersama kedua keponakannya..

Thank you, Mas Dave…
You might feel that I’m lebay, but that’s the truth.. Bisa kok bikin studi banding penelitian kualitatif ke temen2 SMA dan kuliahku 😉

Nb: tapi aku bkn stalker yaa.. Terlalu ekstrem itu mah..

My page, my rules

Here in Indonesia, you can see lots of comments that mocking president or his former opponent. People is divided into two parties, jokowers and prabowoers (?).

This war continues even after the election finished. It varies from a true to the most unexpected kind of rumors. And I’m sick of it.

That’s why I decided not to go with the flow; I don’t want my facebook account get infected by those politic virus. So I never posts anything about politic. And my rule is no more of that kinda stuff, that applied for everyone who’s come to my page.

Today, finally, there’s someone who mentioned the political party on her comment to my post. I tell her about my rule and I have to deletes her comment. She said that she doesn’t meant to do so (yeah, right..) and kinda accused me that I’m a supporter for her opponent party. That’s funny because I have just told her that I don’t support any party.

Such a sly. I thought I know her all this time.. Whatever.. My page, my rules.. If you can’t obey it, then don’t do anything on my page..

Hhh what a life..

Human

Generally,  the world or the human that live today would differentiate  themselves as woman and man (the primary classification, please do not offended by that). And everyone is teaching their children how to behave following their gender.

Today, when I have a chitchat with a friend (male), I said that I’m about to cry because I remember something in the past while listening to ‘end of may’ by Michael  Buble (my fave song recently)  and pms. Then he said ‘you’re a girl, you have a privilege to cry. Do so.’ I get shocked by his words, we all have this tear-producing part in our eyes. It means anyone can cry as they please. Man can cry, I don’t mind if one day a man cry in front of me, that’s normal.

Man have rights to cry, as much as we women do. Don’t be shy or feel ashamed by expressing your feelings.

I’m not a feminist, I’m not a meninist, I’m a human. That’s all.