Empathy, we’ve lost it

Malam ini saya sampai di rumah 1,5 Jam lebih lama dibanding biasanya. Perjalanan Commuter line terhambat akibat peristiwa kebakaran yang terjadi di tanah abang, para korban mengungsikan diri dan barang2nya ke area rel.

Di tengah perjalanan bolak-balik dari stasiun kampung bandan menuju duri kemudian balik lagi ke kampung bandan menuju jatinegara hingga akhirnya ke arah bogor, saya sempat bercakap-cakap dengan beberapa orang. Satu ibu berbadan gempal, berambut pendek, dan wajahnya bermake up berkata “aduh, ada-ada aja siyh, pake demo di tengah rel (beliau menyebutnya demo pdhl saya sdh mnjelaskan peristiwa yg terjadi).” Salah seorang mbak2 sempat mendengus dan berkata “kenapa sih, harus diem di tengah rel kereta, kan jadi mengganggu jalannya kereta.”

Saya yang memang tidak tahan utk menjawab dan berlidah agak silet,  langsung melihat ke arah mereka dan berkata “Bu, Mbak, area situ kan memang pemukiman padat penduduk, dan ketika kita berada di tengah kebakaran kan pasti mencari area yang aman utk menyelamatkan diri. Mungkin tidak ada pilihan tempat lain yang memungkinkan mereka utk menyelamatkan diri. Kalau memang satu2nya tempat yg aman adalah rel kereta, mau bagaimana lagi?” Dan mereka pun berkata pelan “iya siyh ya”, “abis emang padet siy ya.”

Perjalanan kami memang terganggu, tapi saya akan lebih merasa terganggu jika mendengar banyak korban jiwa akibat kebakaran. Lelah memang karena sampai di rumah lebih lama, tetapi setidaknya ada tempat utk merebahkan badan yg lelah, ada atap utk melindungi diri dari terpaan angin dan hujan, dan ada keluarga yg menanti di rumah. Sementara korban kebakaran, sudahlah mereka merasa sangat lelah, syok, mungkin ada yg kehilangan keluarga karena terpencar ketika menyelamatkan diri, dan lebih parahnya lagi, malam ini serta beberapa malam selanjutnya mereka tidak lagi bisa beristirahat di rumahnya.

Empati, menempatkan diri di kondisi yg org lain alami. Betapa banyak yang telah kehilangan rasa empati. Betapa sulit kini seseorang utk merasakan penderitaan orang lain. Empathy crisis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s