My only brother

Siang tadi saya menonton serial Taiwan, tokoh utamanya perempuan yg sangat dekat dgn kakak laki-lakinya, mereka hanya dua bersaudara. Kemudian kakaknya meninggal dan si tokoh perempuan itu selalu merasa kakaknya ada saat ia butuhkan.

Speaking of brother,  saya juga punya satu kakak, laki-laki. Semasa sekolah, dia lah yg menjemput saya jika saya pulang malam setelah latihan tae kwon do. Kami biasa mengobrol saat di motor dlm perjalanan pulang. Kadang dia menceritakan kisah seram karena tahu saya ini penakut.

Kakak saya ini adalah murid yang cerdas dan jago menggambar, beberapa kali mendapatkan peringkat teratas di sekolah. Gambarnya juga sering kali memenangkan penghargaan. Terlepas dari kecerdasannya, dia adl org yg enak utk diajak berbincang. Saya dan adik2 sering kali berkumpul di kamarnya, ada saja cerita yang Dia sampaikan ke kami. Ceritanya selalu menarik, meski kl saat ini diingat lagi, kisah yg ia ceritakan adl kisah imajinasinya sendiri dan tidak nyata.  Namun, meski saya mengetahui bhw cerita itu tdk benar terjadi, saya tetap senang berada di kamarnya yg berbau kayu pensil dan mendengarkan ceritanya.

Setelah beranjak remaja, kami jarang bertemu karena dia pindah ke daerah lain. Pun ketika dia selesai kuliah, kami tetap jarang bertemu karena tiba giliran saya utk kuliah di luar kota. Di tengah sibuknya saya menyusun skripsi, saya mendapatkan kabar buruk, kakak dirawat di rumah sakit. Kondisinya makin memburuk, saya tak kunjung mndapat wkt utk pulang. Stlh bbrapa hari, akhirnya saya dpt pulang dan menemuinya. Saya tdk mampu berkata-kata, hanya berucap lirih “Kak, aku pulang. Jangan cemas, aku sdh bisa mengurus semuanya. Silahkan pergi jika memang itu yg terbaik”,  sambil mengelus dahi dan kepalanya.

Esoknya, dini hari ketika kami terlelap, kakak meninggalkan kami. Memang itu yg terbaik karena dia terbebas dr sakitnya.

Sesekali kami berandai-andai, jika saja kakak msh ada maka kami dpt mengajaknya berbincang di suatu cafe atau bahkan di kamarnya dan berbicara tentang hidup, kami, dan masa lalu. Hhh…  Ternyata saya masih saja menangis jika membicarakan ttg kakak.

Tenang2 di sana ya, kak.. InsyaAllah nanti kita dpt bertemu lagi di alam yg lain..

Miss you so very much.

-B-

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s