The Wedding

Kemarin baru saja menjadi ketua panitia pihak perempuan untuk pernikahan sepupu.. Cape tapi senang bisa membantu dan semua acara berjalan tepat waktu (hanya ada 1 sesi yg kelebihan waktu hingga 15 menit).

Pernikahan sepupuku ini dijalankan dengan dua prosesi adat, Jawa dan Padang.

Acara dimulai dengan akad nikah, kemudian diikuti oleh prosesi adat Jawa yang terdiri dari penyerahan pisang sanggan, balangan suruh (lempar sirih), wijidadi (injak telur), basuh kaki, sindur binayang, timbang manten (pangkon), kacar kucur/tampa kaya, dahar kalimah (suap-suapan), dan ditutup dengan sungkeman/ngabekten.

Setelah itu, pengantin harus buru-buru kembali ke ruang rias untuk mengganti pakaian adat Jawa dengan pakaian adat Padang. Setelah itu berlanjut dengan adat Padang. Fiuhh, untungnya perias adat Padangnya sdh profesional, jadi pemasangan sunting (hiasan kepala khas padang yang berat itu) dapat dilakukan secara cepat.

Pada prosesi adat padang, acara iring-iringan diikuti dengan tari pasembahan yg diiringi oleh talempong. Senang rasanya bisa menikmati alunan musik tradisional secara langsung dan dalam jarak dekat. Setelah itu ada lagi tari piring. Kemudian tamu menyalami pengantin sembari menyaksikan tari narojeng yg merupakan kesenian Betawi.

Tamunya banyak sehingga diperlukan stopper utk sesekali menghentikan langkah tamu yg mengantri utk bersalaman, untungnya kami sdh mengantisipasi dengan menyediakan dua stopper. Suvenir pernikahan, baik suvenir acara akad maupun resepsi, alhamdulillah tdk kurang.

HT juga digunakan agar panitia tdk repot utk berkomunikasi satu sama lain.  Kami membuat grup whatsapp untuk berkomunikasi beberapa minggu sebelum acara berlangsung. Untungnya, ketika bertemu ketika acara, kami dpt langsung akrab dan dpt bekerja sama dgn baik (ada beberapa yg belum pernah bertemu secara langsung sblm acara).

Panitia itu adalah orang yg mengurusi orang lain bahkan ketika make up masih setengah terpasang di wajah, orang yg sibuk mengingatkan org lain utk makan meski dia sendiri akhirnya telat makan, orang yang ada di balik kemeriahan acara, orang yg namanya lebih banyak disebut ketika acara berlangsung, dan orang yang akan selalu dicari sebelum dan selama acara.

Kebaikan yg dimulai dengan niat tulus untuk membantu, tidak akan pernah sia-sia.

Xoxo,
B

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s