So, I found this remarkable man on my way to a place that I thought is going to be my home. It’s not a coincidence, well I thought it wasn’t because I do believe that we met people for certain reasons.

Don’t you think it’s a great thing that might happen in your life, I mean,  by all means,  you rarely find a great, passionate with his work, caressing, supports you,  believe in you, always look only at you and tell you how beautiful you are, and willing to grow with you kind of man. So,  there he is, right beside me.

He has been guiding me to change my point of view of things in life, both world and private issues. He shows me how to work passionately, no,  it’s not like literally shows me how he’s been working all this time, just by one word that I keep in mind to this minute. Probably he knows it already when we have a conversation or discussion that he has teaching me a lot of things that I didn’t know and how things has changed in me.

But, there he was. Looking at me, smiling and convince me that I’m more than I thought I am. Just a simple ‘you are pretty’ means the world to me if it’s came out from his mouth. No one can effects me quite the way he did.

He’s the only man that can made me breathless and trust, I know that it is too much to feel towards a man, but hey, he is perfect in his own way. No one could ever copied that. He’s not an all-time wise guy, he could be childish at times and I love both of that.

I know exactly that he already have a home and I love it if he can find his way back home. The home where he feels secure and comfortable, a home that need him,  a home that I know would be a great place for him because he missed it so much. I can tell by looking at his eyes, which sometimes wandering and lonely.

And there he was, made it safely back to his home. And here I am, losing my moment to say that I love and want him. I made the right choice by letting him go and get back to his track. I love love, so till we meet again, love,  I’ll be busy figuring out my rhythms and gradually find you back.

Posted from WordPress for Android

A cold day

Saya menyadari betul betapa dulu cinta itu pernah ada.  Menghantui siang dan malam bagai udara yang selalu mengisi paru.

Saya memahami betul mengapa saya takut dengan cinta, tidak, yang benar adalah betapa saya takut mencintai orang. “Mengapa?” katamu. Tidakkah kau tahu bahwa cinta bersifat konstan, tidak berubah, sementara orang akan selalu berubah.

Saya percaya betul bahwa pada satu ketika orang akan meninggalkan saya. Sendiri, sedih, dan sepi. Lalu, kau hanya tertawa sambil berjanji bahwa semua itu tidak akan terjadi.

Ah, ingin betul saya mempercayai kata-katamu. Bahwa tidak akan tiba satu hari tanpamu. Tidak akan ada masa saya bersedih berteman sepi.

Dan, hari ini terasa dingin. Saya sendiri. Sejauh apa pun langkah kaki saya berusaha mencari, kamu tidak ada di mana pun. Kamu pergi dari hidup saya. Dan dingin ini begitu menusuk hingga tiap sel saya terasa beku. Tangis tak lagi dapat saya lakukan karena saya membeku, terdiam, tertampar nyata bahwa kamu tidak lagi ada.

Betapa banyak pun kepingan yang hancur setelah kamu meninggalkan saya, satu hari ketika kamu kembali, saya yakin akan dapat mengumpulkan setiap kepingan dan serpihan hati dan memberikannya kembali ke tanganmu.

Betapa saya ingin betul mengulang semua yang terjadi. Saya akan tetap memilih untuk bertemu denganmu. Tetap akan memilih jalan yang bersimpangan dengan jalanmu. Tetap memilih mata dan senyum itu, tetap memilih untuk memegang erat janji dan tanganmu, tetap memilih untuk mendengarkan suaramu.

Hari ini begitu dingin, tulangku terasa ngilu. Pedih berkepanjangan. Bukankah sudah saya bilang bahwa orang akan berubah bentuk dan sifat, maka harusnya saat ini saya tenang karena sudah mengetahui bahwa kepergianmu akan terjadi. Namun, cinta itu sifatnya  konstan sehingga akan tetap ada. Saya mencintaimu, terus.

Saya akan berteman dengan dingin.


Posted from WordPress for Android