Hari Nyepi dan hari nyepi saya

Satu hari yang sepi, terlepas dari segala urusan keduniawian, satu hari yang sepi ketika mengawali tahun yang baru. Nyepi.

Sekilas saya membaca tentang Hari Nyepi, awalnya karena ingin memberikan ucapan yang pas kepada teman yang menjalankan ibadah ini. Setelah membacanya, kok ya ternyata saya juga memiliki satu hari yang serupa dengan Nyepi.

Hari itu adalah hari yang menandai hari pertama saya menghirup udara secara mandiri, hari kelahiran saya. Beberapa tahun terakhir, saya memutuskan untuk mengambil cuti dan mematikan semua gawai, memutuskan hubungan dengan dunia maya dan komunikasi. Saya hanya dikelilingi oleh orang-orang terdekat saya, keluarga.

Pada hari Nyepi, umat Hindu melaksanakan “Catur Brata Penyepian” yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Saya ya tidak melakukan kesemua hal tersebut di hari nyepi (ultah) saya. Namun, saya juga tidak bepergian dan bekerja.

Tidak seperti Hari Nyepi bagi umat Hindu yang memiliki tujuan utama untuk memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta), nyepi versi saya bertujuan untuk menikmati menjadi diri sendiri, mencapai kedamaian dengan diri sendiri, mendekatkan diri dengan Tuhan dan orang-orang yang dekat dengan saya secara nyata, dan menikmati hari ini. Semua tujuan lebih berfokus kepada saya sebagai manusia.

Bagi saya, hari menyepi di hari kelagiran memiliki makna dan manfaat yang sangat besar bagi diri sendiri. Satu hari yang terbebas dari hiruk pikuk sosial media yang sering kali tidak penting bagi hidup saya dan sering kali memicu emosi yang menguras energi yang lagi2 tdk penting bagi diri. Di hari nyepi saya, ada kedamaian dan kenyamanan tersendiri tatkala jauh dari keramaian yang tdk penting dan dekat dengan orang-orang yang berarti dalam hidup saya. Hari yang membebaskan.

Tentunya, Hari Nyepi bagi Umat Hindu memiliki arti yang lebih dalam dan berisi doa bagi semesta. Jauh lebih sakral dibanding hari nyepi saya.

Selamat menjalankan Catur Brata Penyepian, semoga Tuhan memberkati semesta di tahun yang baru dan semoga kedamaian senantiasa menyelimuti hari kita bersama.

Ps: Sebelum hari nyepi saya, tentu saja tidak ada pawai ogoh2 di hari sebelumnya. Sangat menarik sepertinya jika ada pawai ogoh2..

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s